Blog

Pindah Kost? Jangan Buru-Buru Beli Barang Demi Menghindari Keborosan

Sobat Pintar sedang merantau? Kalau iya, berarti kemungkinan besar tinggal di kost atau kontrakan. Dalam memilih kost, biasanya masing-masing orang memiliki preferensinya sendiri. Seperti letak kamar mandi, kemudahan akses dengan fasilitas umum, kondisi lingkungan sekitar, hingga perlakuan pemilik terhadap penghuninya. Tak jarang, para perantau bisa berpindah dari satu kost ke kost lain dengan berbagai alasan. Bagi Sobat Pintar yang baru mulai kost atau sedang berencana pindah, perhatikan tips berikut agar tidak melakukan kesalahan dalam membeli barang. Tipsnya adalah: Jangan Buru-buru Beli Barang Setelah menempati kamar yang baru, sebaiknya tidak buru-buru membeli barang untuk mengisi kamar. Setidaknya Sobat Pintar perlu merasa kalau tempat tersebut benar-benar nyaman dan akan betah tinggal disana dalam waktu yang cukup lama. Faktor yang perlu diperhatikan cukup beragam, mulai dari kondisi lingkungan sekitar kost, akses transportasi, lokasi ke tempat-tempat penting seperti tempat makan atau minimarket, kondisi sosial antar penghuni kost, dan masih banyak lagi. Observasi Lebih Dulu…

Read more

Guilty Pleasure yang Merugikan untuk Keuangan Pribadi

Sobat Pintar pernah nggak sih, dengar istilah “guilty pleasure”? Istilah bahasa Inggris ini memang belum ada padanan langsungnya ke dalam bahasa Indonesia. Kalau diterjemahkan secara literal akan jadi “kesenangan bersalah”… terdengar aneh ya. Guilty pleasure merupakan kegiatan atau hal yang kita gemari namun kita tidak terlalu bangga untuk mengakui kalau kita menyukainya. Misal seorang anak muda berusia 20-an memiliki guilty pleasure bahwa dia menyukai lagu-lagu dangdut lawas, dimana teman-teman seusianya sedang gandrung dengan lagu-lagu bergenre Rap atau Indie. Atau seorang binaragawan yang ternyata gemar mendengarkan lagu-lagu Taylor Swift. Begitu kira-kira penggambarannya. Nah, yang akan kita bahas kali ini merupakan guilty pleasure yang bisa berimbas buruk bagi keuangan pribadi Sobat Pintar.   Makan di tempat mewah Satu kata: media sosial. Ya kalau bukan untuk alasan ini untuk apa lagi? Semakin melekatnya media sosial di kehidupan masyarakat, muncul juga yang namanya gengsi di media sosial. Ya meskipun foto-foto makanan mewahnya dengan bangga…

Read more

Fintech untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan Indonesia

Maraknya platform pinjaman online baru-baru ini menuai kontroversi. Banyak media yang menganggap bahwa pinjaman model ini merugikan penggunanya. Berbagai media tersebut mendeskripsikan pinjaman online menggunakan berbagai kiasan yang bersifat konotatif. Hal ini tentunya merugikan bagi perusahaan fintech penyedia layanan pinjaman online. Namun, tanpa disadari hal ini juga merugikan pengguna yang enggan menggunakan layanan pinjaman online karena telah membaca pemberitaan di media tersebut. Selain konsumen, pemerintah sebenarnya merasakan imbas pemberitaan ini, karena fintech merupakan salah satu faktor pendukung peningkatan keuangan inklusif di Indonesia. Apakah Sobat Pintar familiar dengan kata inklusi keuangan? Sedikit penjabaran, inklusi keuangan sendiri merupakan kondisi di mana kurangnya jumlah masyarakat yang memiliki akses keuangan, terutama dengan perbankan. Demi meningkatkan inklusi keuangan ini, pemerintah mendukung platform pinjaman online ini untuk menjangkau masyarakat yang belum dapat dijangkau oleh bank. Sehingga pemberitaan tersebut merupakan opini sepihak, karena pada dasarnya pinjaman online yang disediakan perusahaan fintech merupakan pergerakan yang didukung pemerintah.    …

Read more

Seberapa Aman sih, Pinjaman Online di Kredit Pintar? Yuk Pahami Dulu!

Semakin pesat perkembangan dan jangkauan pinjaman online melalui fintech, makin besar pula celah untuk tindak kejahatan. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi karena pelaku tindak kejahatan selalu bisa melihat kesempatan untuk meraup keuntungan secara ilegal. Sobat Pintar masih ingat dengan kasus pembajakan di mesin ATM? Bahkan mesin ATM yang sudah ada bertahun-tahun, yang bahkan kita sudah percaya akan keamanannya, masih bisa dibajak. Sehingga bukan tidak mungkin kalau identitas Sobat Pintar disalahgunakan pelaku untuk mengajukan pinjaman online melalui fintech. Kalau sudah begitu nanti yang rugi karena ditagih siapa lagi kalau bukan Sobat Pintar. Apalagi sempat terjadi kehebohan yang ditimbulkan fintech karena penyalahgunaan data pelanggan di media sosial bisa jadi pelajaran. Calon pelanggan banyak yang ragu untuk mengajukan pinjaman di fintech secara online. Untuk menghindari terjadinya tindak kejahatan pinjaman online, ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Yang pertama dan yang paling penting, Sobat Pintar jangan terlalu percaya dengan orang lain, bahkan jika…

Read more

Manado – Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak industri yang menciptakan inovasi baru agar makin memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya. Salah satunya adalah industri teknologi keuangan atau yang lebih familiar disebut dengan Fintech. Salah satu layanan fintech yang belakangan ini marak digunakan masyarakat adalah pinjaman online. Sebagai salah satu fintech penyedia layanan pinjaman online yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK Sebagai PT. Kredit Pintar Indonesia senang menjadi salah satu sponsor, peserta, dan juga pembicara dalam acara OJK Fintech Days di Manado. Sekitar 1000 orang menghadiri acara OJK Fintech Days yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Agustus 2018 lalu di Four Points by Sheraton, Manado. Acara ini diikuti oleh beberapa pembicara ahli industri fintech lending di Indonesia, seperti Direktur Direktorat Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology OJK Hendrikus Passag, CEO Kredit Pintar Indonesia Wisely Wijaya, dan VP Kredit Pintar Indonesia, Boan Sianipar. Acara OJK Fintech Days ini mengupas tuntas seluk beluk perusahaan…

Read more

145/145