Identik dengan Gaya Hidup Berlebihan, Haruskah Generasi Milenial Ubah Pola Pikir?

Dengan hanya membaca judul, kebanyakan dari Sobat Pintar pasti berpikiran kalau generasi milenial lah yang harus mengubah cara hidupnya. Karena seperti stigma yang sudah melekat, generasi milenial dipandang sebagai generasi yang konsumtif yang gemar menghamburkan uangnya untuk berbelanja online atau sekadar ngopi di kafe. Nah, sekarang kita coba melihat kehidupan dari segi generasi milenial. Kebiasaan untuk ngopi di kafe ataupun belanja online sebenarnya didasari karena maraknya orang yang membuka bisnis tersebut.  

Perilaku positif generasi milenial:

  • Lebih efisien

Pernah dengar daftar barang yang keberadaanya “dibunuh” oleh kebiasaan generasi milenial? Misalnya generasi milenial lebih suka menggunakan satu produk tisu untuk berbagai keperluan, ketimbang menggunakan tisu makan dan tisu toilet secara terpisah. Atau penurunan minat yang terjadi dengan olahraga golf. Menurut milenial, olahraga yang satu ini hanya dilakukan oleh orang kaya. Selain itu hasil dari olahraga ini untuk kesehatan dipandang tidak begitu signifikan dibanding olahraga lain yang lebih terjangkau.

  • Hidup sederhana

Di tengah pekatnya stigma yang melekat, sebenarnya sebagian besar generasi milenial menjalani hidup yang sederhana. Hal ini didasari karena penghasilan bulanan mereka yang masih terbilang minim. Sehingga mereka pun menyesuaikan gaya hidup mereka demi terpenuhinya keinginan lain, seperti ngopi di kafe.

**

Oke, memang generasi milenial masih tidak dapat dipisahkan dengan kebiasaan ngopi dan nongkrongnya. Namun apakah itu suatu hal yang sangat merugikan bagi kondisi finansial mereka? Sebenarnya hal fatal yang merugikan adalah karena mereka belum memiliki perencanaan keuangan yang baik. Demi memperbaiki perencanaan mereka, sebenarnya langkahnya mudah, yaitu dengan:

  • Menabung

Sudah diketahui sejak lama kalau menabung merupakan salah satu cara paling tepat dalam membangun kondisi finansial yang baik. Kalau mencari di internet, salah satu rumusan menabung yaitu dengan formula 50-30-20. Maksudnya, pembagian penghasilan bulanan terdiri dari 50% untuk memenuhi kebutuhan sebulan, 30% untuk hal yang kita inginkan (beli barang, liburan, atau hiburan) dan 20% nya untuk tabungan. Namun, belum tentu formula ini cocok untuk semua orang karena memang perlu menyesuaikan gaya hidup untuk mengaplikasikan formula ini.   

  • Produk keuangan

Generasi milenial merupakan generasi yang ragu untuk mencoba produk keuangan. Tentunya, hal ini cukup merugikan bagi mereka karena tidak bisa mengakselerasi pertumbuhan perekonomian pribadi mereka. Berbagai dalih dilontarkan saat ditanyai mengenai persoalan ini, mulai dari kurangnya modal sampai kurangnya pemahaman untuk memulai menggunakan salah satu produk keuangan yang ada.

  • Pendanaan

Pilihan ketiga ini bisa dibilang gabungan dari kedua pilihan sebelumnya. Pendanaan bisa dilakukan di platform fintech yang menyediakan layanan berupa P2P lending, dimana akan mempertemukan pemberi pinjaman dan calon peminjam. Nantinya pemberi pinjaman akan menilai dan kemudian memilih sendiri calon peminjam yang akan diberi pinjaman, tentunya dengan konsekuensi telat bayar bahkan gagal bayar. Kalau tidak ingin ribet melalui tahap tersebut, ada juga fintech penyedia layanan P2P lending yang menggunakan teknologi AI dalam penilaian calon peminjam secara langsung. Sehingga pemberi dana hanya perlu menanamkan dana dan menunggu dalam jangka waktu tertentu sampai keuntungan bisa dirasakan.

 

Nah, salah satu fintech yang memberi kemudahan seperti yang sudah dibahas di atas adalah Kredit Pintar. Prosesnya mudah karena hanya perlu mengakses website nya dan pendanaan pun sudah bisa dilakukan. Bunga yang ditawarkan pun cukup kompetitif sesuai dengan jangka waktu pendanaannya.

 

Tunggu apa lagi? Yuk mulai pendanaan menguntungkan di Kredit Pintar dan buktikan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Kunjungi website-nya di https://kreditpintar.com   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *