Guilty Pleasure yang Merugikan untuk Keuangan Pribadi

Sobat Pintar pernah nggak sih, dengar istilah “guilty pleasure”? Istilah bahasa Inggris ini memang belum ada padanan langsungnya ke dalam bahasa Indonesia. Kalau diterjemahkan secara literal akan jadi “kesenangan bersalah”… terdengar aneh ya.

Guilty pleasure merupakan kegiatan atau hal yang kita gemari namun kita tidak terlalu bangga untuk mengakui kalau kita menyukainya.

Misal seorang anak muda berusia 20-an memiliki guilty pleasure bahwa dia menyukai lagu-lagu dangdut lawas, dimana teman-teman seusianya sedang gandrung dengan lagu-lagu bergenre Rap atau Indie. Atau seorang binaragawan yang ternyata gemar mendengarkan lagu-lagu Taylor Swift. Begitu kira-kira penggambarannya.

Nah, yang akan kita bahas kali ini merupakan guilty pleasure yang bisa berimbas buruk bagi keuangan pribadi Sobat Pintar.  

  • Makan di tempat mewah

Satu kata: media sosial. Ya kalau bukan untuk alasan ini untuk apa lagi? Semakin melekatnya media sosial di kehidupan masyarakat, muncul juga yang namanya gengsi di media sosial. Ya meskipun foto-foto makanan mewahnya dengan bangga dipamerkan di media sosial, dompet yang makin menipis gak mungkin diungkit sedikitpun, kan?

  • Pengeluaran digital

Misal untuk berlangganan Netflix atau Spotify. Topup uang digital untuk membeli item di permainan online juga salah satu bentuk guilty pleasure anak muda jaman sekarang. Melihat teman di permainan online yang memiliki peringkat lebih tinggi tentu menyalakan api kompetisi di jiwa setiap pemain. Jalan pintas yang diambil adalah membeli item-item di dalam permainan guna mempercepat peningkatan level atau peringkat.

  • Terapi belanja

Demi meningkatkan mood, atau untuk menghadiahi diri sendiri setelah sebulan bekerja keras, banyak orang yang melakukan terapi belanja. Di satu sisi, hal ini terbukti secara psikologis dapat menjaga kesehatan psikis, namun di sisi lain terapi model ini justru tidak sehat bagi kesehatan keuangan pribadi. Terlebih lagi jika banyak promo saat hari gajian yang bikin keinginan ini makin sulit dilawan.

  • Ngopi   

Ya, sudah tau kan poin ini akan mengarah kemana. Kalau gak ngopi sama temen di kafe dan foto-foto kopinya diunggah ke sosial media, rasanya belum sepenuhnya jadi anak muda.   

Kebiasaan-kebiasaan tersebut sebaiknya segera dijauhi demi dompet yang sehat. Coba deh cari hobi baru yang tidak merugikan keuangan pribadi. Masih banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan tanpa perlu budget yang memberatkan.

Daripada menghamburkan duit, lebih baik duitnya diarahkan untuk hal yang bermanfaat, misal pendanaan melalui P2P lending yang disediakan oleh perusahaan fintech. Pendanaan P2P lending merupakan opsi cerdas karena manfaat yang bisa dirasakan untuk menjaga kesehatan keuangan pribadi.

Yuk, mulai kebiasaan baru dengan menyimpan uang di pendanaan yang bisa menguntungkan di masa depan. Mulai aja proses pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Kunjungi website-nya di https://kreditpintar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *