Fintech untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan Indonesia

Maraknya platform pinjaman online baru-baru ini menuai kontroversi. Banyak media yang menganggap bahwa pinjaman model ini merugikan penggunanya. Berbagai media tersebut mendeskripsikan pinjaman online menggunakan berbagai kiasan yang bersifat konotatif. Hal ini tentunya merugikan bagi perusahaan fintech penyedia layanan pinjaman online. Namun, tanpa disadari hal ini juga merugikan pengguna yang enggan menggunakan layanan pinjaman online karena telah membaca pemberitaan di media tersebut. Selain konsumen, pemerintah sebenarnya merasakan imbas pemberitaan ini, karena fintech merupakan salah satu faktor pendukung peningkatan keuangan inklusif di Indonesia.

Apakah Sobat Pintar familiar dengan kata inklusi keuangan? Sedikit penjabaran, inklusi keuangan sendiri merupakan kondisi di mana kurangnya jumlah masyarakat yang memiliki akses keuangan, terutama dengan perbankan. Demi meningkatkan inklusi keuangan ini, pemerintah mendukung platform pinjaman online ini untuk menjangkau masyarakat yang belum dapat dijangkau oleh bank. Sehingga pemberitaan tersebut merupakan opini sepihak, karena pada dasarnya pinjaman online yang disediakan perusahaan fintech merupakan pergerakan yang didukung pemerintah.    

Apa aja sih kontribusi fintech dalam peningkatan inklusi keuangan?

  • Menjangkau orang yang belum memiliki akses ke bank

Data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 yang dilakukan OJK menunjukkan indeks inklusi keuangan di Indonesia berada di angka 59,74%. Sedangkan melalui Perpres Nomor 82 tahun 2016, pemerintah menargetkan kenaikan inklusi keuangan di angka 75% pada tahun 2019. Demi mencapai angka itu, diperlukan setidaknya 51,8 juta lagi penduduk dewasa yang terinklusi.

Tentunya, pemerintah juga telah berusaha mewujudkan angka tersebut melalui berbagai bentuk edukasi keuangan. Dalam usaha peningkatan ini, fintech juga memberi peran penting dalam menjangkau bagian masyarakat Indonesia yang selama ini belum merasakan layanan keuangan, seperti dari perbankan.

 

  • Penyediaan pinjaman cepat tanpa jaminan

Kebanyakan orang yang belum pernah meminjam uang di bank beranggapan bahwa mengajukan pinjaman di bank sangat repot karena proses yang cukup panjang dan memerlukan agunan. Dengan datangnya fintech yang menyediakan pinjaman online, masyarakat yang sebelumnya masih mengandalkan rekening dalam hal pinjam-meminjam uang, kini sudah bisa merasakan manfaat pinjaman mudah tanpa agunan. Pinjaman tunai yang disediakan fintech pun bisa cair cepat sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Syaratnya pun mudah, tak perlu isi formulir panjang, hanya perlu foto diri dan foto KTP maka pinjaman pun bisa segera diajukan.      

Nah, setelah mengetahui pentingnya fintech untuk meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia, tak perlu ragu lagi dong untuk memanfaatkan berbagai layanannya, seperti pinjaman online tanpa jaminan. Yuk ajukan pinjaman di Kredit Pintar dan buktikan proses pengajuan pinjaman yang cepat dan nyaman! Download aplikasinya di http://m.onelink.me/bc321b22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *