Bikin Gajian Sobat Pintar Makin Bermakna, Ini Cara Terbaik Mengaturnya!

Gajian adalah momen sakral yang ditunggu karyawan tiap bulan. Baik gaji yang sedikit atau banyak, gajian sendiri bisa dibilang menopang kebutuhan karyawan sebagai konsumen.

“Sebagai konsumen, kita memiliki keinginan tak terbatas tapi dengan sumber daya (budget) yang terbatas.” – Stephen A. Spiller, Journal of Consumer Research.

Mari buat sebuah skenario. Rama dan Sinta sama-sama memiliki penghasilan bulanan sebesar 4 juta rupiah, bedanya Rama digaji penuh di awal bulan, sedangkan Sinta digaji 1 juta tiap minggunya. Hasilnya, Rama merasa tidak se-terkekang Sinta walaupun memiliki total penghasilan sama. Namun setelah akhir bulan, akhirnya Rama juga sama terkekangnya dengan Sinta hingga hari gajian tiba. Hasil lain menyebutkan bahwa perasaan terkekang ini mempengaruhi perilaku beli Rama dan Sinta. Perilaku ini lebih terlihat dari diri Rama, karena di awal bulan dirinya tidak terlalu banyak pertimbangan dalam membeli barang. Sedangkan di akhir bulan dirinya akan banyak pertimbangan, bahkan untuk hal simpel seperti beli makan siang.

Pernah merasakan hal demikian? Jika punya uang 100 ribu, Sobat Pintar akan lebih menimbang apa yang akan dibeli dibanding jika punya uang 500 ribu, bukan? Dikutip dari jurnal yang ditulis oleh Stephen A. Spiller di atas, perilaku konsumen seperti ini merupakan hal yang wajar, karena budget minim sangat mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam membeli barang. Sebaliknya, dengan banyak uang di tangan orang cenderung lupa diri dalam pembelian karena merasa dirinya kaya. Sehingga seringkali gaji hanya numpang lewat saja.     

Faktor lain yang memengaruhi hal ini biasanya sering terjadi pada minggu-minggu gajian karena banyak promo dan diskon. Padahal, mayoritas orang beranggapan bahwa mereka pantas menerima hadiah pada hari gajian setelah sebulan bekerja keras, dimana salah satu cara menghadiahi diri adalah dengan berbelanja. Malah sampai ada istilah retail therapy atau terapi dengan belanja, dimana kondisi mood akan membaik setelah berbelanja. Dengan kondisi ini, mereka akan senang memanfaatkan promo dan diskon hari gajian tanpa sadar kalau hal ini bisa berimbas negatif pada kondisi keuangan mereka di masa mendatang.

Kalau dilihat secara finansial, boleh nggak sih menghadiahi diri sendiri setelah gajian?

Memang, secara psikologis hal tersebut sangat didukung demi menjaga kesehatan mental yang diperas setelah sebulan bekerja keras. Tapi emang ada cara self-rewarding tanpa perlu mengganggu keuangan?

Bisa kok, berikut contohnya:

  • Nonton film di rumah

Sobat Pintar bisa menghadiahi diri dengan nonton film di rumah, yang tentunya tak butuh budget besar. Berlangganan layanan film streaming bisa dilakukan dengan menyesuaikan budget. Untuk cemilan bisa beli popcorn yang tentunya bisa dibuat sendiri dengan rasa sesuai selera. Untuk minum cukup soda 2 liter yang harganya tentu terjangkau. Selain itu, kelebihan lain nonton film di rumah adalah Sobat Pintar bisa nge-pause filmnya sesuka hati untuk pergi ke toilet (nggak perlu takut ketinggal adegan yang seru!).

  • Potluck game night

Undang teman-teman Sobat Pintar untuk bermain permainan klasik seperti monopoli atau ular tangga. Atau jika punya permainan favorit yang biasa dimainkan dengan teman, sangat bisa dimainkan saat ini. Plus, jika menerapkan sistem potluck dengan memberi budget minimal pembelian snack, Sobat Pintar akan sangat berhemat. Teman-teman tidak akan keberatan membawa keripik atau favorit demi malam pertemanan yang lebih akrab.

  • Wisata gratis di sekitar tempat tinggal

Sobat Pintar akan terkejut jika mengetahui banyak atraksi wisata yang disuguhkan di sekitar tempat tinggal yang ternyata gratis. Hanya perlu mencari tahu di sosial media dan BOOM! Akan banyak muncul akun yang memberikan informasi mengenai atraksi wisata gratis di kotamu. Misalnya keliling tempat bersejarah di penjuru kota, atau klub untuk membahas buku.

Nah, demi menghindarkan Sobat Pintar dari makan nasi dan kerupuk saja di akhir bulan, pendanaan bisa jadi solusi.

Kenapa nggak nabung aja?

Kalau hanya menabung, keinginan untuk mengambil uang dari rekening sedikit demi sedikit pasti sulit dilawan. Dengan menanamkan uang dengan pendanaan, uang yang ditanamkan tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu. Selain itu tentunya keuntungannya jauh lebih besar dibandingkan menabung saja.

Nah, Sobat Pintar tertarik untuk memulai pendanaan demi menghindarkan dari kesalahan finansial? Yuk, mulai pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan pendanaan yang mudah, cepat, aman dan tentunya menguntungkan! Kunjungi website-nya di www.kreditpintar.com   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *