Kecanduan Belanja Online, Bahayanya Nggak Bisa Diremehkan!

Era e-commerce dengan tawaran kemudahan dalam belanja online memang menguntungkan banyak pihak, tapi masih ada banyak orang yang kesulitan mengatur kondisi keuangan. Nggak tanggung-tanggung, hanya dalam kurun waktu seminggu ada orang yang mengeluh:

“Kok duitku tinggal segini, sih?! Padahal baru seminggu setelah gajian.”

Ini adalah era dimana belanja makin dimudahkan, godaan konsumerisme makin sulit dilawan, akibatnya perencanaan keuangan pun mudah digoyahkan. Tidak ada salahnya kalau mau belanja online, karena kemudahan belanja online memang bisa membantu banyak orang dalam memenuhi kebutuhan tanpa perlu datang ke toko, tapi Sobat Pintar harus tetap memiliki pengendalian diri yang baik supaya tidak tergoda untuk membeli barang lain yang tidak dibutuhkan.

Nah, kalau tidak berhati-hati, banyak masalah yang akan muncul:  

 

  • Kecanduan belanja

Kecanduan belanja online muncul ketika seseorang sudah tidak bisa lagi mengendalikan keinginannya. Memang terkadang godaan untuk belanja online sulit dilawan, apalagi jika platform e-commerce memberikan promo dan diskon yang menggiurkan. Kecanduan ini merupakan gejala dari masalah yang lebih serius.   

 

  • Menimbulkan konsumerisme

Pengen ini, pengen itu, pengen semua. Kalau setelah gajian pertama yang ada dipikiran adalah belanja apa bulan ini, bisa dibilang kalau Sobat Pintar membangun gaya hidup konsumtif. Pola pikir kalau kita harus selalu membeli hal-hal terbaru dan update tentang kebutuhan kita tanpa tau nilainya harus dibuang jauh-jauh. Kalau nggak, tau dong akibatnya?

 

  • Kondisi finansial memburuk

Easy come, easy go. Begitu kira-kira penggambaran arus pemasukan dan pengeluaran jika tidak berhati-hati dalam belanja online. Perencanaan keuangan jadi berantakan. Uang di tabungan makin berkurang. Akibatnya mulai berhutang.        

 

  • Bikin banyak hutang

Sebenarnya, nggak ada yang salah dengan berhutang (kecuali tidak sanggup melunasi). Yang salah adalah alasan berhutang untuk memenuhi gaya hidup yang konsumtif. Nah, ini stadium akhir dari masalah pengendalian diri dalam berbelanja online.  

 

Kalau begini, siapa yang bisa disalahin? Udah, daripada menuduh orang-orang nggak bersalah, mending mencegah risiko tersebut bermunculan. Caranya tentunya dengan menahan hasrat untuk belanja. Tapi kalau cara itu dirasa kurang ampuh, bisa langsung membatasi pengeluaran saat gajian. Nah, uang yang tersisa bisa langsung disalurkan untuk mulai pendanaan di P2P lending yang disediakan oleh perusahaan fintech. Dengan begitu, uang tersebut tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu. Kelebihannya, Sobat Pintar bisa mendapat keuntungan yang lumayan dari pendanaan.

Ingin memulai pendanaan pribadi yang menguntungkan? Mari mulai proses pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Kunjungi website-nya di https://kreditpintar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *