Hubungan Buruk Generasi Milenial dan Produk Keuangan

Di tengah banyaknya tantangan keuangan yang mengintai di masa depan, generasi milenial yang terkenal akan kebiasaannya menghabiskan waktu dan uang untuk minum kopi di kafe ternyata juga merupakan generasi yang sadar menabung untuk masa depan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harris Poll untuk Transamerica Center dan Retirement Studies menunjukkan bahwa 71 persen karyawan generasi milenial menabung untuk usia pensiun. Kebiasaan ini mulai ditunjukan oleh milenial berusia 24 tahun, jauh lebih muda dari mayoritas Generasi X yang baru mulai menabung untuk hari tua pada usia 30 tahun. Sebagian dari generasi milenial tersebut malah menabung lebih dari 10 persen penghasilan bulanan mereka. Alhasil satu dari enam karyawan usia milenial memiliki jumlah tabungan yang fantastis.

Berita buruknya, meskipun kebiasaan menabung ini merupakan kebiasaan yang baik, ternyata generasi milenial masih ragu untuk mencoba produk-produk keuangan lain guna meningkatkan perekonomian mereka. Masalah utama yang dihadapi adalah ketidaktahuan generasi milenial dalam memulai produk keuangan tersebut, walau sudah memiliki pengertian akan besarnya manfaat yang bisa mereka dapatkan. Generasi milenial masih merasa belum menemukan produk keuangan yang cocok bagi mereka.

Menurut survey yang dilakukan oleh Ally Financial, 66 persen milenial (berusia 18 hingga 29 tahun) menganggap produk keuangan dalam bentuk investasi saham merupakan hal yang menakutkan dan mengintimidasi bagi mereka. Mereka menganggap produk ini memiliki risiko tinggi, apalagi bagi mereka yang terhitung pemula. Ada pula anggapan yang muncul bahwa produk keuangan hanya dimanfaatkan oleh orang kaya saja yang memiliki penghasilan bulanan yang besar.

Padahal anggapan-anggapan tersebut salah kaprah. Justru karena penghasilan kecil, milenial harus mencari penghasilan tambahan, yang salah satu caranya dengan memanfaatkan produk keuangan.

Jika generasi milenial lebih menyukai produk keuangan dengan risiko minim, bisa mulai dengan reksa dana.

Kalau masih ragu juga, Sobat Pintar yang masih tergolong sebagai milenial bisa lakukan pendanaan melalui produk P2P lending. Produk keuangan yang disediakan oleh perusahaan tekfin ini bisa dibilang memiliki risiko paling rendah dibanding produk keuangan lainnya. P2P lending yang mempertemukan langsung antar calon peminjam dan pemberi pinjaman pun masih memiliki risiko terlambat bahkan sampai gagal bayar. Sehingga pemberi pinjaman tak perlu khawatir akan adanya risiko diatas, hanya perlu menunggu hingga jatuh tempo pendanaan dan keuntungan sudah bisa dirasakan.

Jika tertarik dengan model pendanaan seperti ini, yuk mulai pendanaan melalui Kredit Pintar. Mari mulai proses pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Kunjungi website-nya di https://kreditpintar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *