Tantangan Keuangan yang Akan Dihadapi Generasi Milenial

Era digital yang menyajikan kemudahan dan kepraktisan yang bisa dinikmati oleh berbagai generasi, justru mengincar generasi milenial dengan berbagai tantangan keuangan di masa depan. Memang, uang merupakan sumber stress bagi sebagian besar orang, tak terkecuali generasi milenial. Namun tidak seperti generasi pendahulunya, mayoritas generasi milenial belum memiliki pengalaman hidup dan pengetahuan akan keuangan yang mumpuni. Sehingga masalah-masalah tersebut bisa berimbas serius bagi kehidupan mereka.

Oke, ini penyebab tantangan keuangan yang bakal dihadapi generasi milenial di waktu mendatang:

  • Literasi keuangan yang minim

Tidak adanya edukasi mengenai produk keuangan, manajemen keuangan pribadi, pengelolaan hutang dan sebagainya saat di bangku sekolah menyebabkan banyak dari generasi milenial buta mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keuangan. Menurut data dari Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, walaupun tercatat sekitar 64 persen pelajar atau mahasiswa telah menggunakan produk keuangan, hanya 23% dari mereka yang memiliki pengetahuan yang baik akan produk-produk keuangan tersebut.

  • Perilaku konsumtif

Eits, jangan berasumsi dulu! Poin ini bukan merupakan kesimpulan buta yang mengatakan bahwa generasi milenial memiliki pola hidup konsumtif, walaupun memang hal ini seperti stigma yang telah melekat di hidup mereka. Sebabnya, lingkungan yang memudahkan perilaku hedonisme dan pola pikir yang konsumtif. Beli barang apapun sudah bisa dilakukan dalam genggaman. Kalau tidak punya uang untuk beli barang bahkan tinggal gesek kartu kredit. Generasi milenial yang tumbuh di era e-commerce dan kartu kredit sulit mengendalikan perilaku konsumtif mereka. Tanpa disadari, hal-hal tersebut akan merusak kondisi finansial mereka di masa depan.   

  • Mengatur keuangan

Sebuah penelitian menunjukkan kalau generasi milenial memang pandai dalam menabung. Namun hal ini diiringi dengan timbulnya keraguan generasi milenial untuk mulai menggunakan produk-produk keuangan yang bisa bermanfaat dalam perencanaan keuangan mereka. Memang menabung merupakan hal yang baik, namun hanya dengan menabung saja tidak akan membantu peningkatan kondisi perekonomian mereka. Keraguan ini menjadi tantangan keuangan tersendiri bagi mereka. 

 

Sekarang, sudah ada produk keuangan yang menawarkan keuntungan lumayan tanpa perlu modal besar atau takut uang hilang karena risiko tinggi. Salah satunya adalah pendanaan melalui P2P lending. Produk keuangan yang ditawarkan banyak industri tekfin ini memberi keuntungan yang terukur dan risiko minim. Selain itu, keunggulan dari pendanaan P2P lending yaitu keuntungannya yang terukur dalam jangka waktu pasti.

Tak perlu takut atau ragu! Yuk dapatkan keuntungan dengan melakukan pendanaan melalui Kredit Pintar. Kunjungi website-nya di https://kreditpintar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *