Perlukah Anak Diberi Uang Saku? Baca Dulu 3 Hal ini!

Masuk tahun ajaran baru, banyak orang tua yang memiliki pertimbangan terhadap anaknya dalam bersekolah, apalagi orang tua muda yang memikirkan seberapa penting uang saku untuk anak. Minim pengalaman dan belum memahami apa yang harus dilakukan dalam merencanakan pendidikan anak, uang saku memang jadi pertimbangan yang serius.

Sebagian orang tua pasti merasa tidak perlu karena semua yang dibutuhkan anak sudah disediakan orang tua, mulai dari bekal makan sampai transportasi antar jemput. Ada pula orang tua yang tidak memberi uang saku kepada anak karena mereka khawatir mengenai bagaimana si anak akan menghabiskannya. Para orang tua ini tidak ingin anak mereka memakai uang untuk jajan sembarangan atau sekadar tidak mau anaknya ketergantungan dengan uang. Sebenarnya memberi uang saku pada anak mampu memberikan dampak yang baik kok, asal tidak mengkhawatirkannya secara berlebihan.

 

Berikut dampak positif yang bisa dirasakan:   

  • Mengajarkan tanggung jawab pada anak

Selain memberikan pemasukan dalam bentuk uang saku, sebaiknya mintakan juga laporan pengeluaran pada anak. Eits, jangan berpikir rumit dulu, laporannya cukup dalam bentuk cerita saja. Sehingga bisa terpantau untuk apa saja uang yang diberikan. Secara tidak langsung, cara ini tidak hanya mengajarkan anak akan tanggung jawab, tetapi juga mengajarkan mereka akan kejujuran saat melaporkan bagaimana mereka menghabiskan uang yang diberikan.  

  • Memberi kesan kebebasan finansial kepada anak

Dengan memberikan uang saku, anak akan merasa memiliki kebebasan dalam membeli barang-barang yang mereka kehendaki. Bukan berarti kebebasan sebagai sesuatu yang liar, ya! Justru dengan merasakan kebebasan ini, si anak akan memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan yang baik. Karena anak akan terlatih untuk menghadapi pilihan-pilihan yang sulit ke depannya. Metode ini akan maksimal jika uang saku yang diberikan dalam jangka waktu mingguan. Satu hal yang harus dipegang orang tua adalah, jangan marah atau menghukum anak ketika uang saku anak habis.

  • Berhemat

Pepatah “hemat pangkal kaya” juga harus diwariskan ke anak. Sampaikan kepada anak untuk selalu mengusahakan menyisihkan uang saku untuk ditabung. Beri pemahaman kepada mereka akan manfaat menabung yang bisa dirasakan. Lebih baik lagi, ajarkan kepada anak metode yang lebih menguntungkan dari menabung, yaitu dengan menanamkan uang di pendanaan.

 

Memangnya bisa?

Bisa kok. Caranya dengan melakukan pendanaan melalui fintech. Tentu saja dengan menggunakan akun milik orang tua, pendanaan bisa dilakukan menggunakan uang yang ditabung anak. Berilah pengertian tentang apa itu pendanaan dan keuntungan yang akan didapatkan. Setelah mendapat keuntungan dari pendanaan, anak akan lebih termotivasi lagi untuk berhemat.  

Ingin memulai pendanaan pribadi yang menguntungkan? Mari mulai proses pendanaan di Kredit Pintar dan buktikan proses penyimpanan uang yang simpel, aman, dan nyaman! Kunjungi website-nya di https://kreditpintar.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *