Tak Perlu Khawatir Harga Sembako Naik! Siasati dengan Produk Substitusi

Setelah dihebohkan dengan isu susu kental manis, baru-baru ini pasar dihebohkan kembali dengan naiknya harga telur yang terus melonjak tiap harinya. Hal ini tentunya dikeluhkan oleh konsumen, apalagi ibu rumah tangga yang sering membutuhkan telur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Jika Sobat Pintar mengeluhkan hal yang sama, ada hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan dari kerugian lonjakan harga sembako, yaitu dengan menggunakan barang pengganti.

Berikut harga sembako yang sering naik dan produk penggantinya:

 

  • Beras

Harga sembako yang satu ini tak terhindarkan dari kenaikan musiman. Sebenarnya banyak sekali bahan pengganti yang bisa dikonsumsi ketika beras mengalami kenaikan harga. Misalnya singkong sebagai pengganti nasi. Selain harga singkong yang lebih murah dari beras, kandungan gula dalam singkong juga lebih rendah daripada nasi. Sobat Pintar juga bisa mencoba alternatif lain seperti jagung atau sagu.

 

  • Cabai

Meskipun tidak termasuk ke dalam kategori sembako, masyarakat Indonesia yang menggemari masakan pedas memiliki perhatian tersendiri terhadap kenaikan komoditas yang satu ini. Tingginya curah hujan di daerah pemasok cabai merupakan salah satu penyebab utama masalah ini. Akibatnya, kenaikan harga ini pun terus terulang tiap tahunnya.

Ketika harga cabai melonjak, Sobat Pintar masih bisa menikmati masakan pedas tanpa harus membayar lebih. Caranya bisa menggunakan cabai kering yang harganya jauh dibawah cabai segar. Meskipun lebih murah, kadar pedas cabai kering tidak jauh berbeda dengan cabai yang masih segar.

 

  • Daging

Meski tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia masih terbilang rendah, harga daging di Indonesia terbilang fluktuatif. Biasanya kenaikan harga sembako yang satu ini terjadi mendekati hari raya tertentu. Untuk memenuhi kebutuhan akan protein daging, beberapa produk bisa digunakan sebagai bahan pengganti seperti tahu dan tempe. Produk ini sudah dikenal luas bisa menggantikan kandungan protein daging. Sobat Pintar juga bisa memanfaatkan nangka. Memang kandungan proteinnya tidak bisa disamakan dengan tahu dan tempe. Namun dengan penanganan khusus nangka bisa disulap sehingga memiliki tekstur dan cita rasa yang mendekati daging.

 

  • Telur

Telur yang saat ini sedang marak dibicarakan karena harganya yang melonjak tinggi ternyata bisa digantikan dengan produk lain. Sobat Pintar bisa menggunakan pisang yang ditumbuk untuk pengganti telur untuk membuat adonan kue. Tekstur pisang bisa menggantikan fungsi telur dalam adonan untuk merekatkan bahan-bahan kue. Hanya saja pisang tidak dapat digunakan untuk menggantikan telur dalam masakan lain.

 

Nah, kalau Sobat Pintar bingung karena tidak ingin mengganti produk-produk yang biasa dikonsumsi namun uang belanja kurang karena kenaikan harga, pinjaman dari fintech bisa dimanfaatkan di saat seperti ini. Prosesnya yang cepat dan tidak ribet sangat cocok dimanfaatkan ketika Sobat Pintar butuh dana cepat untuk memenuhi kebutuhan belanja kebutuhan dapur.

Butuh pinjaman uang untuk men-support kebutuhan pribadimu? Ajukan aja pinjaman di Kredit Pintar dan buktikan proses pengajuan pinjaman yang cepat dan nyaman! Download aplikasinya di http://m.onelink.me/bc321b22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *